PANCASILA
EMOTIONAL
QUOTIENT(EQ)
KECERDASAN
EMOSIONAL DALAM KESUKSESAN
Dosen Pengampuh
Adhitya
Rol Asmi, M.Pd
Penulis
Ratih
Risdiana
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
FAKULTAS
HUKUM
INDRALAYA
TAHUN
AJARAN
2016/2017
KATA PENGANTAR
Bismilahhirrohmanirrohim,
Segala puji dan syukur saya panjatkan
atas kehadiran ALLAH SWT. atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-nya, saya
dapat menyelesaikan makalah tentang “PENTINYA KECERDASAN EMOSIONAL DALAM
KESUKSESAN” yang membahas mengenai kecerdasan emosional sangat memberikan peran
penting dalam mencapai kesusesan dalam kehidupan.
Saya sebagai penulis telah berusaha sebaik-baiknya
untuk menyusun dengan semaksimal mungkin dengan mendapatkan informasi dari
berbagai sumber dalam melancarkan pembuatan makalah ini. Maka saya sebagai penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi
dari buku maupun internet. Demi membantu tim penulis dalam menyelesaikan
makalah pentinya kecerdasan emosional dalam kesuksesan.
Akhir kata, saya penulis. Berharap semoga makalah pentinya
kecerdasan emosional dalam kesuksesan yang saya tulis dapat bermanfaat untuk saya
selaku penulis dan juga bagi pembaca
makalah yang saya tulis. Saya menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan
dalam makalah saya. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca demi menyempurnakan makalah pentinya kecerdasan
emosional dalam kesuksesan yang saya tulis.
Indralaya, Febuari 2017
Tim Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar
............................................................................................................... ii
Daftar isi ........................................................................................................................ iii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah
................................................................................................... 2
1.3 Tujuan....................................................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan Emosional
.......................................................................... 3
2.2 Tanda-Tanda Kecerdasan Emosional
...................................................................... 4
2.3 Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kesuksesan
...........................................
7
2.4 Hubungan Kecerdasan Emosional dalam Bidang Hukum
.......................................
9
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................................... 10
3.2 Kritik dan Saran
....................................................................................................... 11
3.3 Daftar Pustaka
.......................................................................................................... 11
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Kecerdasan
emosional sebenarnya telah dikenal sejak tahun 90-an. Namun akhir-akhir ini,
kecerdasan emosional mulai ramai diperbincangkan kembali. Ada tiga alasan
kenapa kecerdasan emosional ramai diperbincangkan, pertama adalah karena
situasi dan kondisi. Dengan situasi dan kondisi masyarakat yang semakin melihat
keadaan disekitanya baik dari berita cetak, elektronik mau pun dalam kehidupan
sehari-hari. Mengapa selalu ada kabar yang tidak menyenangkan dari pada kabar
yang menyenangkan, misalnya pencurian, kenaikan bahan pokok, PHK dan lain
sebagainnya, yang semakin membuat masyarakat berpikir pentingnya akan kecerdasan
emosional. Yang kedua adalah kebutuhan, masyarakat harus menjadikan kecerdasan
emosional menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan, karena dengan adanya
kecerdasan emosional maka kehidupan akan lebih terarah. Yang ketiga adalah
kesadaran, semakin tingginya masyarakat menyadari akan pentingnya kecerdasan
emosional maka kesuksesan akan semakin terlihat semakin jelas dalam kehidupan
mereka..
Kecerdasan
emosional mengajarkan manusia agar bisa menyeimbangkan dan mengendalihan diri,
perasaan, dan emosi seseorang terhadap orang lain saat sedang berinteraksi.
Manusia yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi biasanya dia memiliki
rasa empati dan rasa kepedulian yang sangat tinggi. Orang yang memiliki
kecerdasan emosional, biasanya mereka akan peka terhadap perasaan orang lain,
dan berusaha untuk bersikap menghargai dan menghormati perasaan orang lain,
menjaga tutur bahasa dan sikapnya kepada orang lain karena mereka memiliki
perasaan akan bisa melukai perasaan orang lain.
Kecerdasan
emosional sangat mendukung sekali dalam bidang kesuksesan dalam pekerjaan dan
kehidupan. Biasanya seseorang yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih
cepat sukses dimandingkan dengan seseorang yang memiliki kecerdasan intelektual
yang tinggi. Karena dalam dunia pekerja sebuah perusahaan membutuhkan
kecerdasan intelektual sebagai karyawan tetapi tidak untuk menjadi atasan atau
dipromosikan kenaikan jabatan. Tidak salah jika, ada yang mengatakan kecerdasan
intelektual hanya 20% untuk mencapai kesuksesan dan 80% dari kecerdasan
emosional untuk mencapai kesuksesan. Kecerdasan intelektual tidak ada
apa-apanya dibandingkan kecerdasan emosional. Namun begitu, kecerdasan
intelektual dan kecerdasan emosional tidak dapat dipisahkan dalam dunia kerja,
mereka bagaikan satu mata uang yang memiliki dua sisi yang berbeda.
Dalam dunia
kerja, kecerdasan intelektual sangat dibutuhkan untuk mencari karyawan yang
berkompeten dibidangnya agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
Selain itu, dunia kerja sangat membutuhkan karyawan yang memiliki kecerdasan
emosional, agar bisa mengurus dan mengendalikan kinerja karyawan dan perusahaan
agar tetap meningkat baik dari sektor pemasaran dan pendapatan yang tidak
merugikan bagi perusahaan.
2.1 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan saya bahas
dalam penulisan makalah pentingnya kecerdasan emosional dalam kesuksesan
berdasarkan pada alasan bahwa, jika anda ingin mencapai kesuksesan tidak hanya
memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga harus memiliki tingkat kecerdasan
emosional yang tinggi. Orang tidak akan peduli dan mempedulikan seberapa
cerdasnya anda tetapi orang akan mempedulikan anda jika anda memiliki nilai
kecerdasan emosional yang tinggi terhadap lingkungan sekitar anda.
Untuk itu, anda harus mengetahui terlebih dahulu apa
yang dimaksud dengan kecerdasan emosional, jika anda tidak mengetahui apa
kecerdasan emosional anda akan bingung terhadap diri sendiri. Setelah itu, anda
akan mengetahui apakah anda termasuk dalam golongan orang yang memiliki
kecerdasan emosional yang tinggi ataukah sebaliknya, dan setelah mengetahui hal
tersebut anda diajak untuk berpikir seberapa pentingnya kecerdasan emosional
dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari anda. Yang terakhir anda diajak
berpikir kembali apa hubungan kecerdasan emosional dalam bidang hukum. Inilah permasalahan yang akan saya bahas
dalam penulisan makalah pentingnya kecerdasan emosional dalam kesuksesan.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, maka
rumusan masalah yang akan dibahas penulis ialah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional?
2. Apa tanda-tanda kecerdasan emosional?
3. Bagaimana pentingnya kecerdasan emosional dalam
kesuksesan?
4. Kapan kecerdasan emosional dalam bidang hukum
dibutuhkan?
1.2
Tujuan
Setelah
membahas permasalahan sebagaimana telah disebutkan diatas, maka penulis
berharap kepada yang membaca dan juga penulis sendiri, dapat memahami dan
mengetahui apa, kapan, bagaimana sebenarnya pentingnya kecerdasan emosional
dalam kesuksesan. Penulis berharap setelah mengetahi hal tersebut, tidak salah
dalam memberikan tanggapan yang berhubungan dengan kecerdasan emosional karena
sedikit banyak telah mengetahui apa sebenarnya kecerdasan emosional tersebut.
Berdasarkan
uraian-uraian diatas, maka tujuan dari pembahasan permasalahan dalam penulisan ialah
sebagai berikut.
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kecerdasan
emosional!
2. Mengetahui apa saja tanda-tanda kecerdasan
emosional!
3. Mengetahui pentingnya kecerdasan emosional dalam
kehidupan!
4. Mengetahui kapan kecerdasan emosional dalam bidang
hukum dibutuhkan!
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Kecerdasan Emosional
Kecerdasan
emosional merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang agar dapat
menerima sesuatu dengan baik, menilai sesuatu permasalahan dengan sangat
positif, dapat mengelola perasaan, serta mampu untuk mengontrol emosi dirinya
terhadap orang lain yang berada disekitarnya. Emosi biasanya selalu berkaitan
dengan perasaan terhadap sesuatu informasi akan suatu hubungan, misalnya marah,
sedih, bahagia, menangis dan tertawa. Hal tersebut merupakan emosi yang
berkaitan dengan informasi akan suatu hubungan yang berkaitan dengan perasan.
Sedangkan kecerdasan biasanya mengacu kepada kapasitas atau kemampuan untuk
memberikan tanggapan terhadap suatu hubungan, biasaanya berkaitan dengan ilmu
pengetahuan.
Kecerdasan
emosional bertumpuh pada jalur emosi dalam otak manusia, sedangkan otak manusia
merupakan suatu sumber bagi banyak hal, maksudnya adalah otak manusialah yang
menjadi kekuatan fisik bagi perkembangan diri manusia secara keseluruhan.[1]
Antara kecerdasan dan emosi suatu hal yang berasal dari satu tempat yang sama
yaitu otak. walaupun kecerdasan dan emosi berasal dari jalur yang sama yaitu
otak. Tetapi keduanya memiliki peranan yang berbeda. Jika kecerdasan selalu
berkaitan dengan kemampuan atau kualitas dari kecerdasan sedangkan emosi selalu
berkaitan dengan perasaan, hati nurani dan sikap kepedulian. Sehingga antara
kecerdasan dan emosi merupakan dua hal yang berbeda walau dari satu tempat.
Kemampuan
seseorang tidak dapat disamakan dengan orang lain, walaupun mereka sama-sama
cerdas. Misalnya Budi sangat genius dalam bidang kimia dan fisika, telah
berhasil memecahkan masalah-masalah yang tidak bisa dipecahkan para ilmuan,
dibandingkan dengan Adi yang sangat genius dibidang sastra, telah menghasilkan
karya-karya terbaik dan bahkan di filmkan dibeberapa negara. Diantara Budi dan
Adi siapa yang paling genius?. Tentu tidak ada yang bisa menjawab. Kenapa
karena kecerdasan seseorang tidak dapat disamakan. Jika dibidang sains Budi
yang paling genius tentunya, sedangkan Adi genius dibidang sastra.
Ada
tujuh kecerdasan yang berbeda dimiliki seseorang, yaitu linguistik, matematika,
spasial, kinestesis, musik, antarpribadi, dan interpribadi merupakan beberapa
potensi yang dengan kadar yang berbeda-beda ada pada seseorang.[2]
Kadar inilah yang membuat seseorang tidak dapat disamakan dalam tingkat
kecerdasan yang dimilikinya. Ada ungkapan “tidak ada manusia yang sempura”
mungkin ungkapan itu tepat dalam hal kecerdasan, karena jika seseorang memiliki
tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi namun ia lemah dalam kecerdasan
emosional, begitu pula sebaliknya. Seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan
emosional yang tinggi namun lemah dalam bidang kecerdasan intelektual.
2.2 Tanda-Tanda
Kecerdasan Emosional
Seseorang
yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi, akan merasa lebih
percaya diri dalam menghadari sesuatu, selalu bisa berkomunikasi dan menjalin
hubungan baik dengan orang disekitarnya. Karena seseorang dengan kecerdasan
emosional dapat memahami dan mengelola emosi dengan baik sehingga tahu cara
bersikap dan bertindak agar tidak membuat kesalahan.[3] Berikut
adalah tanda-tanda seseorang memiliki tingkat kecerdasan emosional.
1. Rasa ingin tahu
Selalu
memiliki rasa ingin tahu tentang orang lain, bahkan orang yang belum mereka
kenal sekalipun. Selalu memiliki kecenderungan untuk berteman dengan semua
orang sebanyak mungkin. Rasa ingin tahu yang menjadikan mereka tertarik pada
orang lain, lama-kelamaan hal tersebut dapat menimbulkan rasa empati seseorang
terhadap orang lain. Selain itu, dengan rasa ingin tahu tentang orang lain, merupakan
salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan pandangan hidup seseorang
tentang dunia luar yang berbeda.
2. Menjadi
pemimpin yang besar
Daniel
Goleman meneliti, bahwa para pemimpin yang luarbiasa memiliki satu kesamaan
didalam kepemimpinan mereka selain bakat yang dimiliki mereka, etos kerja yang
sangat kuat serta memiliki sebuah ambisi yang sangat besar. Mereka rata-rata
memiliki kecerdasan emosional yang sangat tinggi dari pada kecerdasan
intelektual.
3. Mengetahui
kekuatan dan kelemahan diri sendiri (percaya diri)
Dengan
mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada didalam diri sendiri, dapat
dijadikan sebuah bekal untuk bagaimana seharusnya seseorang bersikap dan
bertindak dengan menutupi kelemahan yang dimiliki dan memperlihatkan kekuatan
yang dimiliki. Kesadaran akan keadaan yang seperti ini akan melahirkan
kepercayaan diri yang tinggi dan sangat kuat didalam diri sendiri.
4. Memiliki kemampuan fokus dan konsentrasi
Memiliki
kemapuan untuk selalu fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan untuk
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Dengan itu, tidak akan keluar dari
jalur yang telah dibuat dan selalu mengerjakanya dengan konsentrasi yang
tinggi. Agar tidak akan pernah lalai dari tujuan yang telah ditetapkan.
5. Dapat
mengatur kesedihan
Orang
yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi selalu tahu bagaimana
cara untuk mengendalikan emosi, marah, bahagia, sedih dan kecewa didalam diri.
Mereka selalu mengatur dan memanajemen kesedihan mereka didalam diri, agar
tidak sampai diketahui oleh orang lain. Mereka akan merasa malu dan terluka
jika sampai diketahui kesedihan mereka.
6. Menjadi orang
yang lebih baik dan bermoral
Selalu
ingin menjadi orang yang lebih baik semakin kedepan semakin lebih baik. Dan
selalu bersikap yang baik-baik, selalu beretikan dan bermoral dalam setiap
sikap dan tindakan yang dilakukannya. Biasannya berkaitan dengan bagaimana
caranya membangun hubungan interpersonal yang baik dengan semua orang.
7. Jiwa sosial
yang tinggi
Orang
yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi cenderung memiliki jiwa sosial
yang tinggi pula, rasa untuk selalu ingin membantu orang lain akan selalu hadir
disaat rasa empati dan simpatinya mulai tersentu akan sesuatu keadaan. Tidak
tau dengan cara apa untuk membantunya, tetapi orang seperti ini, akan terus
berusaha membantu dengan cara apapun. Sampai perasaanya puas dan tenang setelah
membantu keadaan yang telah dilihatnya.
8. Pandai membaca ekspresi orang lain
Orang
seperti ini biasanya memiliki kepekaan terhadap seseorang, dan memiliki
perasaan yang sensitif terhadap tingkah laku yang di lakukan orang lain
terhadapnya. Mampu membaca ekpresi yang tersurat maupun yang tersirat. Walau
hanya melihat wajah dan tingkah laku yang diperbuatnya.
9. Selalu bangkit dari kegagalan
Orang
dengan kecerdasan emosial yang tinggi akan selalu bangkit dari setiap kegagalan
yang pernah dialaminya. Karena mereka bisa mengontrol emosi negatif dari dalam
dirinya dan dapat mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif, mengubah
kegagalan menjadi suatu motivasi untuk mencapai kesuksesan yang
sesungguhnya.
10. Berkarakter
Berkarakter adalah bagian dari orang
yang memiliki kecerdasan emosional. Sebuah karakter yang dimilikinya serta
kepribadian dan pendirian yang teguh akan menuntun sebuah langkah. Mereka akan
selalu mantap dalam melakukan segala sesuatu dan berfikir untuk menentukan
sebuah keputusan yang terbaik dikemudian hari.
Jika didalam diri seseorang memiliki
beberapa tanda-tanda tersebut. Bisa jadi seseorang tersebut merupakan bagian
dari golongan orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.
Namun ada juga beberapa tanda-tanda seseorang tersebut termasuk golongan yang
memiliki tingkat kecerdasan emosional yang rendah, diantaranya adalah sebagai
berikut. Menurut Martin, seseorang bisa
tergolong memiliki kecerdasan emosional yang rendah jika seseorang tersebut
memiliki 7 alasan sebagai berikut.
1. Negatif/pesimis, selalu memiliki pemikiran
yang negatif dan selalu pesimis terhadap semua hal.
2. Merepotkan, selalu merepotkan orang lain dan
tidak bisa bekerja dengan baik sendiri.
3. Tidak memberi solusi, saat seseorang memberi
ide, dia mengkritik tetapi tidak memberi solusi dan selalu membuat ide orang
lain selalu buruk.
4. Egois,
selalu bersikap semaunya sendiri tanpa mendengarkan keluha dari orang lain.
5. Emosional,
selalu marah-marah tanpa alasan yang jelas dan membuat permasalahan.
6. Menciptakan
rasa takut yang berlebihan pada orang lain.
7. Tidak
pernah bersyukur atas nikmat yang telaah diberikan tuhan.
2.3 Pentingnya
Kecerdasan Emosional dalam Kesuksesan
Kecerdasan
intelektual dan kecerdasan emosional tidak dapat dipisahkan dalam mencapai
kesuksesan, keduanya saling membutuhkan satu sama lain. tetapi dalam dunia
kerja kecerdasan intelektual tidak selalu menjadi yang utama dan terpenting. Kecerdasan
emosional tidak kalah penting jika sandingkan dengan kecerdasan intelektual.
Bahkan kecerdasan emosional dua kali lebih penting dalam memberikan
kontribusi terhadap kesuksesan
seseorang. Seseorang dengan kecerdasan intelektual yang tinggi hanya bisa
membawa orang tersebut kepada pekerjaan yang baik dan pantas untuk dia dapatkan
dengan nilai akademik yang sempurna, namun berbeda dengan seseorang dengan
kecerdasan emosional yang tinggi dapat membawanya pada posisi yang lebih baik,
walau dengan nilai akademik yang biasa-biasa saja, namun dengan nilai
emosionalnya yang tinggi. Membawanya dipromosikan kenaikan jabatan dengan
segala aspek yang dimiliki seorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi.
Tidak hanya menjadi karyawan terbaik melainkan telah naik jabatan menjadi
pemimpin perusahaan.
Dengan ini maka kecerdasan intelektual yang
tinggi jika tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional yang baik akan terasa
tidak sempurna. Hanya akan mengantar seseorang dikoridor menara tetapi tidak
mengantarkanya sampai kepuncak menara. Yang bisa mengantarkanya kepuncak
penerasa jika seseorang tersebut memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.
Walaupun hanya dengan kecerdasan intelektual yang pas-pasan.
keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional merupakan
unsur penting dalam keberhasilan manajerial. kompetensi dan Ketrampilan
berbasis kecerdasan emosional jauh lebih efektif, terutama pada tingkat
organisasi yang lebih tinggi
ketika perbedaan kecerdasan intelektual dapat diabaikan.
Menurut
Martin, Jika kecerdasan intelektual memberikan kontribusi 20% dalam kesuksesan
maka kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 80% dalam bidang
kesuksesan. Seseorang dengan kecerdasan intelektual yang tinggi dapat diterima
disebuah dunia kerja dengan sangat cepat tetapi hanya sebesar 20% dari 100%
karena hanya melihat nilai dan kemapuan seseorang dalam bidang akademik. Namun
seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat membuat orang tersebut
dapat di promosikan kenaikan jabatan, dengan mempertimbangkan beberapa alasan
yaitu apakah akan berpotensi bermasalah, apakah orang lain bisa menerimanya
atau tidak, bisakah dia mengatur bawahanya dan apakah bisa berkomunikasi dengan
baik. Seseorang untuk mempromosikanya harus melihat dasar-dasar tersebut.
Dasar-dasar tersebut dapat dipenuhi dengan orang yang memiliki tingkat
kecerdasan emosional yang sangat tinggi bukan kecerdasan intelektual yang
sangat tinggi. Karena orang tersebut bisa mengendalikan dan mengontrol emosi
dengan baik, dapat memahami situasi dan kondisi dan lain sebagainya.
Seorang
mahasiswa lulus dengan nilai terbaik tidak akan menjamin dia akan bekerja dan
menjadi orang yang sukses. Bisa jadi, seorang mahasiswa yang lulus dengan nilai
yang pas-pasan akan memiliki pekerjaan yang lebih baik dari pada pekerjaan
mahasiswa dengan lulusan terbaik. Jadi, nilai akademik bukanlah segala-galanya
dalam mencapai kesuksesan. Nilai akademik hanya menjadi alat atau jalan untuk
mencapai pekerjaan yang lebih baik. Tetapi nilai akademik yang terbaik dengan
disertai kecerdasan emosional yang baik akan membawa mahasiswa tersebut
kepuncak. Seorang mahasiswa tidak harus mengejar nilai akademik saja tetapi
harus mengikuti perkembangan yang berada diluar akademik. Agar pengetahuan
tidak hanya dibuku tetapi dibidang sosial.
Ada
ungkapan dari Anthony Dio Martin, beliau mengatakan bahwa “untuk apa anda
menang dalam pertempuran tetapi untuk jangka panjang anda kalah”. Dari ungkapan
beliau dapat ditarik kesimpulan, jika didalam sebuah rapat, seorang pemimpin
bersikeras dan bersitegang dengan para staf untuk mempertahankan argumennya.
Akhirnya staf mengalah karena beliau adalah pemimpin bagi mereka, mereka harus
tunduk pada atasan. Namun diluar rapat, ada perasaan tidak harmonis yang
tercipta diantara pemimpin dan para staf karyawan. Hal inilah yang akan
menciptakan komunikasi yang buruk antara atasan dan karyawan. Lama-kelamaan
akan membuat pemasukan perusahaan berkurang-berkurang dan berkurang sampai
perusahaan gulung tikar. Keadaan seperti inilah yang menciptakan kekalahan
diakhir walaupun menang diawal.
2.4 Hubungan
Kecerdasan Emosional dalam Bidang Hukum
Kecerdasan emosional adalah suatu
kemampuan mengenali perasaan sendiri antara perasaan orang lain, kemampuan
memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri
sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain (Golomen, 2005. Hal 512). Hal
tersebut dapat diterapkan pada pihak kepolisian yang sebagian besar pelaksanaan
tugasnya berhubungan dengan masalah-masalah sosial yang tugasnya dimasyarakat.
Dalam hubungan dengan penegakan hukum, membutuhkan
orang-orang yang memiliki sikap dan jiwa yang manusiawi (Kunanto,1997. Hal
193). Sikap manusiawi akan berkaitan dengan pentingnya hak asasi manusia(HAM)
yang benar dan baik dari para penegak hukum.
Peranan lain dalam kecerdasan emosional dilakukan
pihak kepolisian ketika saat menghadapi unjuk rasa. Dengan suatu kondisi unjuk
rasa yang sering menghadapi ketegangan emosi dan kemarahan yang pada akhirnya
akan terjadi pada kekerasan. Maka, untuk menghadapi situasi seperti ini,
membutuhkan aparat hukum untuk mengatasi situasi yang seperti in dan mencegah
terjadinya kerusuhan. Ini merupakan perana dari pihak kepolisian yang mampu
untuk mengendalikan situasi dan menemukan cara pencegahan terjadinya kerusuhan.
Tetapi cara-cara yang titempuh tidak boleh dengan cara-cara kekerasan karena
itu melawan hukum. Namun jika cara kekerasan memangharus terjadi karena situasi
dan kondisi yang sangat memprihatinkan dan sulit untuk menemukan cara yang baik-baik,
dengan cara kekerasan baru dibenarkan didalam hukum.
BAB 3
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Kecerdasan emosional merupakan suatu keadaan
dimana seorang bisa mengendalikan dan mengontrol emosi yang ada didalam diri,
baik emosi yang berupa marah, sedih, bahagia, tertawa, menangis, dan lain
sebagainya. Kecerdasan emosional mengajarkan manusia agar bisa menyeimbangkan
dan mengendalihan diri, perasaan, dan emosi seseorang terhadap orang lain saat
sedang berinteraksi. Manusia yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi
biasanya dia memiliki rasa empati dan rasa kepedulian yang sangat tinggi. Orang
yang memiliki kecerdasan emosional, biasanya mereka akan peka terhadap perasaan
orang lain, dan berusaha untuk bersikap menghargai dan menghormati perasaan
orang lain, menjaga tutur bahasa dan sikapnya kepada orang lain karena mereka
memiliki perasaan akan bisa melukai perasaan orang lain.
Kecerdasan
emosional memiliki peran andil yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan.
Kecerdasan intelektual tidak menjamin dalam kesuksesan, kecerdasan intelektual
hanya mengantarkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak berdasarkan nilai
akademik yang terbaik. Untuk mengantarkan kepada kesuksesaan yang sesungguhnya
adalah kecerdasan emosional. Karena walaupun kecerdasan intelektualnya rendah
namun dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan menghantarkan seseorang
kepada kesuksesan. Dengan demikian, kecerdasan emosional memberikan peranan
yang sangat penting dalam kesuksesan. Karena kecerdasan emosional dapat
mengontrol dan mengendalikan emosi dalam menghadapi orang lain. Sehingga hal
tersebut sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Maka tidak
ada salahnya jika seseorang dengan kecerdasan emosional yang sering mencapai
kesuksesan terlebih dahulu dibandingkan dengan kecerdasan intelektual.
Kecerdasan
emosional sangat dibutuhkan didalam bidang hukum ketika terjadi kerusukan dalam
untuk rasa, pihak kepolisian harus berusaha untuk mencari cara apapun untuk
menyelesaikan unjuk rasa tanpa harus melalui cara kekerasan, namun jika tidak
ada cara lain selain dengan cara kekerasan untuk mengakhiri unjuk rasa. Maka
dengan cara kekerasan dapat diperbolehkan selagi masih dalam tarap wajar. Dan
tidak bertentangan dengan aturan yang telah ditetapkan sebekumnya.
3.2 Kritik dan Saran
Menurut pandangan
dari penulis, penulis memberikan tanggapan bahwa sebenarnya jika kecerdasan
emosional yang paling dominan mengantarkan kepada kesuksesan. Maka, penulis
sependapat dengan hal itu, jika dilihat dari tanda-tanda keberadaan kecerdasan
emosional yang sangat mementingkan perasaan orang lain. Sebagai seorang
pemimpin, yang paling penting bukanlah pengetahuan yang luas yang menjadi
patokan seorang pemimpin akan bersikap baik kepada karyawan. Tetapi, tidak
menutup kemungkinan jika yang lebih baik menjadi seorang pemimpin adalah mereka
yang memiliki rasa simpati dan rasa empati terhadap segala sesuatu yang dapat
membuatnya tergerak hati untuk melakukan sikap tindak dalam menciptakan suatu
keadaan dimana akan tercipta keadaan yang harmonis diantara atasan dan
karyawan.
Tetapi, memang tidak menutup kemungkinan juga orang
yang memiliki kecerdasan intelektual dapat menjadi pemimpin yang baik. Mungkin
pada dasarnya, mereka memiliki perasaan tersebut. Sehingga mereka memiliki
kedua-dua kecerdasan tersebut. Jadi kita tidak boleh mengatakan kecerdasan
intelektual lebih rendah dibandingkan dengan kecerdasan emosional. Karena
melihat pada umumnya seperti itu kenyataanya. Namun tidak menutup kemungkinan
hal itu bisa terjadi. walau memang, pada umumya kecerdasan emosional sangat
mendominasi terciptanya kesuksesan. Sebagai seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan
dan pikiran untuk berpikir. Maka berpikirlah sebelum mengeluarkan kata-kata
yang bisa menyakitkan perasaan orang lain.
3.3 Daftar Pustaka
Otak, Gelombang. ciri kecerdasan emosional %20
(EQ). Dipetik Febuari Kamis, 2017, dari
www.gelombangotak.com:
http://www.gelombangotak.com/Ciri-Kecerdasan-Emosional%20(EQ).htm.
Pasiak, Taufiq.
(2008). REVOLUSI IQ/EQ/SQ Menyingkap Rahasia Kecerdasan Berdasarkan
AL-Quran dan Neurosains Mutakhir. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Susanti, Dwi. (2007).
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL
DENGAN PROFESIONALISME PADA POLISI FUNGSI SAMAPTA KEPOLISIAN WILAYAH KOTA
BESAR SEMARANG. hal.38-40.
[1] Taufiq
Pasiak, REVOLISI IQ/EQ/SQ Menyingkap
Rahasia Kecerdasan Berdasarkan AL-Quran da Neurosains Muktakhir, (Bandung:
PT Mizan Pustaka, 2008), hal. 26
[2]Ibid,
hal. 24.
[3] Gelombang
Otak, Ciri
Kecerdasan Emosional (EQ), http://www.gelombangotak.com/Ciri-Kecerdasan-Emosional%20(EQ).htm. ,pada tanggal 09 febuari 2017,
pukul 17:48.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar