Minggu, 09 Juli 2017

Kecerdasan Emosional Dalam Kesuksesan Pancasila



PANCASILA
EMOTIONAL QUOTIENT(EQ)
KECERDASAN EMOSIONAL DALAM KESUKSESAN



Dosen Pengampuh
Adhitya Rol Asmi, M.Pd

Penulis
Ratih Risdiana
02011181621113

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS HUKUM
INDRALAYA
TAHUN AJARAN
2016/2017



KATA PENGANTAR
  
Bismilahhirrohmanirrohim,
Segala puji dan syukur saya panjatkan atas kehadiran ALLAH SWT. atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-nya, saya dapat menyelesaikan makalah tentang “PENTINYA KECERDASAN EMOSIONAL DALAM KESUKSESAN” yang membahas mengenai kecerdasan emosional sangat memberikan peran penting dalam mencapai kesusesan dalam kehidupan.
Saya sebagai penulis telah berusaha sebaik-baiknya untuk menyusun dengan semaksimal mungkin dengan mendapatkan informasi dari berbagai sumber dalam melancarkan pembuatan makalah ini. Maka saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi dari buku maupun internet. Demi membantu tim penulis dalam menyelesaikan makalah pentinya kecerdasan emosional dalam kesuksesan.
Akhir kata, saya  penulis. Berharap semoga makalah pentinya kecerdasan emosional dalam kesuksesan yang saya tulis dapat bermanfaat untuk saya selaku penulis dan juga bagi  pembaca makalah yang saya tulis. Saya menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam makalah saya. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi menyempurnakan makalah pentinya kecerdasan emosional dalam kesuksesan yang saya tulis.





Indralaya,        Febuari 2017


     Tim Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar ...............................................................................................................        ii
Daftar isi ........................................................................................................................        iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang .........................................................................................................        1
1.2  Rumusan Masalah ...................................................................................................        2
1.3  Tujuan.......................................................................................................................        2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan Emosional ..........................................................................         3
2.2 Tanda-Tanda Kecerdasan Emosional ......................................................................        4
2.3 Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kesuksesan ...........................................        7
2.4 Hubungan Kecerdasan Emosional dalam Bidang Hukum .......................................       9
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan...............................................................................................................        10
3.2 Kritik dan Saran .......................................................................................................        11
3.3 Daftar Pustaka ..........................................................................................................       11




BAB 1
                                             PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang

Kecerdasan emosional sebenarnya telah dikenal sejak tahun 90-an. Namun akhir-akhir ini, kecerdasan emosional mulai ramai diperbincangkan kembali. Ada tiga alasan kenapa kecerdasan emosional ramai diperbincangkan, pertama adalah karena situasi dan kondisi. Dengan situasi dan kondisi masyarakat yang semakin melihat keadaan disekitanya baik dari berita cetak, elektronik mau pun dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa selalu ada kabar yang tidak menyenangkan dari pada kabar yang menyenangkan, misalnya pencurian, kenaikan bahan pokok, PHK dan lain sebagainnya, yang semakin membuat masyarakat berpikir pentingnya akan kecerdasan emosional. Yang kedua adalah kebutuhan, masyarakat harus menjadikan kecerdasan emosional menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan, karena dengan adanya kecerdasan emosional maka kehidupan akan lebih terarah. Yang ketiga adalah kesadaran, semakin tingginya masyarakat menyadari akan pentingnya kecerdasan emosional maka kesuksesan akan semakin terlihat semakin jelas dalam kehidupan mereka..
Kecerdasan emosional mengajarkan manusia agar bisa menyeimbangkan dan mengendalihan diri, perasaan, dan emosi seseorang terhadap orang lain saat sedang berinteraksi. Manusia yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi biasanya dia memiliki rasa empati dan rasa kepedulian yang sangat tinggi. Orang yang memiliki kecerdasan emosional, biasanya mereka akan peka terhadap perasaan orang lain, dan berusaha untuk bersikap menghargai dan menghormati perasaan orang lain, menjaga tutur bahasa dan sikapnya kepada orang lain karena mereka memiliki perasaan akan bisa melukai perasaan orang lain.
Kecerdasan emosional sangat mendukung sekali dalam bidang kesuksesan dalam pekerjaan dan kehidupan. Biasanya seseorang yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih cepat sukses dimandingkan dengan seseorang yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi. Karena dalam dunia pekerja sebuah perusahaan membutuhkan kecerdasan intelektual sebagai karyawan tetapi tidak untuk menjadi atasan atau dipromosikan kenaikan jabatan. Tidak salah jika, ada yang mengatakan kecerdasan intelektual hanya 20% untuk mencapai kesuksesan dan 80% dari kecerdasan emosional untuk mencapai kesuksesan. Kecerdasan intelektual tidak ada apa-apanya dibandingkan kecerdasan emosional. Namun begitu, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional tidak dapat dipisahkan dalam dunia kerja, mereka bagaikan satu mata uang yang memiliki dua sisi yang berbeda.
Dalam dunia kerja, kecerdasan intelektual sangat dibutuhkan untuk mencari karyawan yang berkompeten dibidangnya agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Selain itu, dunia kerja sangat membutuhkan karyawan yang memiliki kecerdasan emosional, agar bisa mengurus dan mengendalikan kinerja karyawan dan perusahaan agar tetap meningkat baik dari sektor pemasaran dan pendapatan yang tidak merugikan bagi perusahaan.
                                                             
2.1 Rumusan Masalah
            Permasalahan yang akan saya bahas dalam penulisan makalah pentingnya kecerdasan emosional dalam kesuksesan berdasarkan pada alasan bahwa, jika anda ingin mencapai kesuksesan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga harus memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Orang tidak akan peduli dan mempedulikan seberapa cerdasnya anda tetapi orang akan mempedulikan anda jika anda memiliki nilai kecerdasan emosional yang tinggi terhadap lingkungan sekitar anda.
Untuk itu, anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional, jika anda tidak mengetahui apa kecerdasan emosional anda akan bingung terhadap diri sendiri. Setelah itu, anda akan mengetahui apakah anda termasuk dalam golongan orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi ataukah sebaliknya, dan setelah mengetahui hal tersebut anda diajak untuk berpikir seberapa pentingnya kecerdasan emosional dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari anda. Yang terakhir anda diajak berpikir kembali apa hubungan kecerdasan emosional dalam bidang hukum.  Inilah permasalahan yang akan saya bahas dalam penulisan makalah pentingnya kecerdasan emosional dalam kesuksesan.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas penulis ialah sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional?
2.      Apa tanda-tanda kecerdasan emosional?
3.      Bagaimana pentingnya kecerdasan emosional dalam kesuksesan?
4.      Kapan kecerdasan emosional dalam bidang hukum dibutuhkan?

1.2            Tujuan
          Setelah membahas permasalahan sebagaimana telah disebutkan diatas, maka penulis berharap kepada yang membaca dan juga penulis sendiri, dapat memahami dan mengetahui apa, kapan, bagaimana sebenarnya pentingnya kecerdasan emosional dalam kesuksesan. Penulis berharap setelah mengetahi hal tersebut, tidak salah dalam memberikan tanggapan yang berhubungan dengan kecerdasan emosional karena sedikit banyak telah mengetahui apa sebenarnya kecerdasan emosional tersebut.
          Berdasarkan uraian-uraian diatas, maka tujuan dari pembahasan permasalahan dalam penulisan ialah sebagai berikut.
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional!
2. Mengetahui apa saja tanda-tanda kecerdasan emosional!
3. Mengetahui pentingnya kecerdasan emosional dalam kehidupan!
4. Mengetahui kapan kecerdasan emosional dalam bidang hukum dibutuhkan!
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan Emosional
          Kecerdasan emosional merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang agar dapat menerima sesuatu dengan baik, menilai sesuatu permasalahan dengan sangat positif, dapat mengelola perasaan, serta mampu untuk mengontrol emosi dirinya terhadap orang lain yang berada disekitarnya. Emosi biasanya selalu berkaitan dengan perasaan terhadap sesuatu informasi akan suatu hubungan, misalnya marah, sedih, bahagia, menangis dan tertawa. Hal tersebut merupakan emosi yang berkaitan dengan informasi akan suatu hubungan yang berkaitan dengan perasan. Sedangkan kecerdasan biasanya mengacu kepada kapasitas atau kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu hubungan, biasaanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
          Kecerdasan emosional bertumpuh pada jalur emosi dalam otak manusia, sedangkan otak manusia merupakan suatu sumber bagi banyak hal, maksudnya adalah otak manusialah yang menjadi kekuatan fisik bagi perkembangan diri manusia secara keseluruhan.[1] Antara kecerdasan dan emosi suatu hal yang berasal dari satu tempat yang sama yaitu otak. walaupun kecerdasan dan emosi berasal dari jalur yang sama yaitu otak. Tetapi keduanya memiliki peranan yang berbeda. Jika kecerdasan selalu berkaitan dengan kemampuan atau kualitas dari kecerdasan sedangkan emosi selalu berkaitan dengan perasaan, hati nurani dan sikap kepedulian. Sehingga antara kecerdasan dan emosi merupakan dua hal yang berbeda walau dari satu tempat.
          Kemampuan seseorang tidak dapat disamakan dengan orang lain, walaupun mereka sama-sama cerdas. Misalnya Budi sangat genius dalam bidang kimia dan fisika, telah berhasil memecahkan masalah-masalah yang tidak bisa dipecahkan para ilmuan, dibandingkan dengan Adi yang sangat genius dibidang sastra, telah menghasilkan karya-karya terbaik dan bahkan di filmkan dibeberapa negara. Diantara Budi dan Adi siapa yang paling genius?. Tentu tidak ada yang bisa menjawab. Kenapa karena kecerdasan seseorang tidak dapat disamakan. Jika dibidang sains Budi yang paling genius tentunya, sedangkan Adi genius dibidang sastra.
          Ada tujuh kecerdasan yang berbeda dimiliki seseorang, yaitu linguistik, matematika, spasial, kinestesis, musik, antarpribadi, dan interpribadi merupakan beberapa potensi yang dengan kadar yang berbeda-beda ada pada seseorang.[2] Kadar inilah yang membuat seseorang tidak dapat disamakan dalam tingkat kecerdasan yang dimilikinya. Ada ungkapan “tidak ada manusia yang sempura” mungkin ungkapan itu tepat dalam hal kecerdasan, karena jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi namun ia lemah dalam kecerdasan emosional, begitu pula sebaliknya. Seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi namun lemah dalam bidang kecerdasan intelektual.
2.2 Tanda-Tanda Kecerdasan Emosional
          Seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi, akan merasa lebih percaya diri dalam menghadari sesuatu, selalu bisa berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang disekitarnya. Karena seseorang dengan kecerdasan emosional dapat memahami dan mengelola emosi dengan baik sehingga tahu cara bersikap dan bertindak agar tidak membuat kesalahan.[3] Berikut adalah tanda-tanda seseorang memiliki tingkat kecerdasan emosional.
1. Rasa ingin tahu
          Selalu memiliki rasa ingin tahu tentang orang lain, bahkan orang yang belum mereka kenal sekalipun. Selalu memiliki kecenderungan untuk berteman dengan semua orang sebanyak mungkin. Rasa ingin tahu yang menjadikan mereka tertarik pada orang lain, lama-kelamaan hal tersebut dapat menimbulkan rasa empati seseorang terhadap orang lain. Selain itu, dengan rasa ingin tahu tentang orang lain, merupakan salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan pandangan hidup seseorang tentang dunia luar yang berbeda.
2.  Menjadi pemimpin yang besar
          Daniel Goleman meneliti, bahwa para pemimpin yang luarbiasa memiliki satu kesamaan didalam kepemimpinan mereka selain bakat yang dimiliki mereka, etos kerja yang sangat kuat serta memiliki sebuah ambisi yang sangat besar. Mereka rata-rata memiliki kecerdasan emosional yang sangat tinggi dari pada kecerdasan intelektual.

3.  Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri (percaya diri)
          Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada didalam diri sendiri, dapat dijadikan sebuah bekal untuk bagaimana seharusnya seseorang bersikap dan bertindak dengan menutupi kelemahan yang dimiliki dan memperlihatkan kekuatan yang dimiliki. Kesadaran akan keadaan yang seperti ini akan melahirkan kepercayaan diri yang tinggi dan sangat kuat didalam diri sendiri.
4. Memiliki kemampuan fokus dan konsentrasi
          Memiliki kemapuan untuk selalu fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Dengan itu, tidak akan keluar dari jalur yang telah dibuat dan selalu mengerjakanya dengan konsentrasi yang tinggi. Agar tidak akan pernah lalai dari tujuan yang telah ditetapkan.
5.  Dapat mengatur kesedihan
          Orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi selalu tahu bagaimana cara untuk mengendalikan emosi, marah, bahagia, sedih dan kecewa didalam diri. Mereka selalu mengatur dan memanajemen kesedihan mereka didalam diri, agar tidak sampai diketahui oleh orang lain. Mereka akan merasa malu dan terluka jika sampai diketahui kesedihan mereka.
6.  Menjadi orang yang lebih baik dan bermoral
          Selalu ingin menjadi orang yang lebih baik semakin kedepan semakin lebih baik. Dan selalu bersikap yang baik-baik, selalu beretikan dan bermoral dalam setiap sikap dan tindakan yang dilakukannya. Biasannya berkaitan dengan bagaimana caranya membangun hubungan interpersonal yang baik dengan semua orang.
7.  Jiwa sosial yang tinggi
          Orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi cenderung memiliki jiwa sosial yang tinggi pula, rasa untuk selalu ingin membantu orang lain akan selalu hadir disaat rasa empati dan simpatinya mulai tersentu akan sesuatu keadaan. Tidak tau dengan cara apa untuk membantunya, tetapi orang seperti ini, akan terus berusaha membantu dengan cara apapun. Sampai perasaanya puas dan tenang setelah membantu keadaan yang telah dilihatnya.

8. Pandai membaca ekspresi orang lain
          Orang seperti ini biasanya memiliki kepekaan terhadap seseorang, dan memiliki perasaan yang sensitif terhadap tingkah laku yang di lakukan orang lain terhadapnya. Mampu membaca ekpresi yang tersurat maupun yang tersirat. Walau hanya melihat wajah dan tingkah laku yang diperbuatnya.
9. Selalu bangkit dari kegagalan
          Orang dengan kecerdasan emosial yang tinggi akan selalu bangkit dari setiap kegagalan yang pernah dialaminya. Karena mereka bisa mengontrol emosi negatif dari dalam dirinya dan dapat mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif, mengubah kegagalan menjadi suatu motivasi untuk mencapai kesuksesan yang sesungguhnya.
10.  Berkarakter
          Berkarakter adalah bagian dari orang yang memiliki kecerdasan emosional. Sebuah karakter yang dimilikinya serta kepribadian dan pendirian yang teguh akan menuntun sebuah langkah. Mereka akan selalu mantap dalam melakukan segala sesuatu dan berfikir untuk menentukan sebuah keputusan yang terbaik dikemudian hari.          
          Jika didalam diri seseorang memiliki beberapa tanda-tanda tersebut. Bisa jadi seseorang tersebut merupakan bagian dari golongan orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Namun ada juga beberapa tanda-tanda seseorang tersebut termasuk golongan yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang rendah, diantaranya adalah sebagai berikut.  Menurut Martin, seseorang bisa tergolong memiliki kecerdasan emosional yang rendah jika seseorang tersebut memiliki 7 alasan sebagai berikut.
1.  Negatif/pesimis, selalu memiliki pemikiran yang negatif dan selalu pesimis terhadap semua hal.
2.  Merepotkan, selalu merepotkan orang lain dan tidak bisa bekerja dengan baik sendiri.
3.  Tidak memberi solusi, saat seseorang memberi ide, dia mengkritik tetapi tidak memberi solusi dan selalu membuat ide orang lain selalu buruk.
4. Egois, selalu bersikap semaunya sendiri tanpa mendengarkan keluha dari orang lain.
5. Emosional, selalu marah-marah tanpa alasan yang jelas dan membuat permasalahan.
6. Menciptakan rasa takut yang berlebihan pada orang lain.
7. Tidak pernah bersyukur atas nikmat yang telaah diberikan tuhan.
2.3 Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kesuksesan
          Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional tidak dapat dipisahkan dalam mencapai kesuksesan, keduanya saling membutuhkan satu sama lain. tetapi dalam dunia kerja kecerdasan intelektual tidak selalu menjadi yang utama dan terpenting. Kecerdasan emosional tidak kalah penting jika sandingkan dengan kecerdasan intelektual. Bahkan kecerdasan emosional dua kali lebih penting dalam memberikan kontribusi  terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang dengan kecerdasan intelektual yang tinggi hanya bisa membawa orang tersebut kepada pekerjaan yang baik dan pantas untuk dia dapatkan dengan nilai akademik yang sempurna, namun berbeda dengan seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat membawanya pada posisi yang lebih baik, walau dengan nilai akademik yang biasa-biasa saja, namun dengan nilai emosionalnya yang tinggi. Membawanya dipromosikan kenaikan jabatan dengan segala aspek yang dimiliki seorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Tidak hanya menjadi karyawan terbaik melainkan telah naik jabatan menjadi pemimpin perusahaan.
           Dengan ini maka kecerdasan intelektual yang tinggi jika tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional yang baik akan terasa tidak sempurna. Hanya akan mengantar seseorang dikoridor menara tetapi tidak mengantarkanya sampai kepuncak menara. Yang bisa mengantarkanya kepuncak penerasa jika seseorang tersebut memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Walaupun hanya dengan kecerdasan intelektual yang pas-pasan. keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional merupakan unsur penting dalam keberhasilan manajerial. kompetensi dan Ketrampilan berbasis kecerdasan emosional jauh lebih efektif, terutama pada tingkat organisasi yang lebih tinggi ketika perbedaan kecerdasan intelektual dapat diabaikan.
          Menurut Martin, Jika kecerdasan intelektual memberikan kontribusi 20% dalam kesuksesan maka kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 80% dalam bidang kesuksesan. Seseorang dengan kecerdasan intelektual yang tinggi dapat diterima disebuah dunia kerja dengan sangat cepat tetapi hanya sebesar 20% dari 100% karena hanya melihat nilai dan kemapuan seseorang dalam bidang akademik. Namun seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat membuat orang tersebut dapat di promosikan kenaikan jabatan, dengan mempertimbangkan beberapa alasan yaitu apakah akan berpotensi bermasalah, apakah orang lain bisa menerimanya atau tidak, bisakah dia mengatur bawahanya dan apakah bisa berkomunikasi dengan baik. Seseorang untuk mempromosikanya harus melihat dasar-dasar tersebut. Dasar-dasar tersebut dapat dipenuhi dengan orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang sangat tinggi bukan kecerdasan intelektual yang sangat tinggi. Karena orang tersebut bisa mengendalikan dan mengontrol emosi dengan baik, dapat memahami situasi dan kondisi dan lain sebagainya.
          Seorang mahasiswa lulus dengan nilai terbaik tidak akan menjamin dia akan bekerja dan menjadi orang yang sukses. Bisa jadi, seorang mahasiswa yang lulus dengan nilai yang pas-pasan akan memiliki pekerjaan yang lebih baik dari pada pekerjaan mahasiswa dengan lulusan terbaik. Jadi, nilai akademik bukanlah segala-galanya dalam mencapai kesuksesan. Nilai akademik hanya menjadi alat atau jalan untuk mencapai pekerjaan yang lebih baik. Tetapi nilai akademik yang terbaik dengan disertai kecerdasan emosional yang baik akan membawa mahasiswa tersebut kepuncak. Seorang mahasiswa tidak harus mengejar nilai akademik saja tetapi harus mengikuti perkembangan yang berada diluar akademik. Agar pengetahuan tidak hanya dibuku tetapi dibidang sosial.
          Ada ungkapan dari Anthony Dio Martin, beliau mengatakan bahwa “untuk apa anda menang dalam pertempuran tetapi untuk jangka panjang anda kalah”. Dari ungkapan beliau dapat ditarik kesimpulan, jika didalam sebuah rapat, seorang pemimpin bersikeras dan bersitegang dengan para staf untuk mempertahankan argumennya. Akhirnya staf mengalah karena beliau adalah pemimpin bagi mereka, mereka harus tunduk pada atasan. Namun diluar rapat, ada perasaan tidak harmonis yang tercipta diantara pemimpin dan para staf karyawan. Hal inilah yang akan menciptakan komunikasi yang buruk antara atasan dan karyawan. Lama-kelamaan akan membuat pemasukan perusahaan berkurang-berkurang dan berkurang sampai perusahaan gulung tikar. Keadaan seperti inilah yang menciptakan kekalahan diakhir walaupun menang diawal.






2.4 Hubungan Kecerdasan Emosional dalam Bidang Hukum     
            Kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan mengenali perasaan sendiri antara perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain (Golomen, 2005. Hal 512). Hal tersebut dapat diterapkan pada pihak kepolisian yang sebagian besar pelaksanaan tugasnya berhubungan dengan masalah-masalah sosial yang tugasnya dimasyarakat.
Dalam hubungan dengan penegakan hukum, membutuhkan orang-orang yang memiliki sikap dan jiwa yang manusiawi (Kunanto,1997. Hal 193). Sikap manusiawi akan berkaitan dengan pentingnya hak asasi manusia(HAM) yang benar dan baik dari para penegak hukum.
Peranan lain dalam kecerdasan emosional dilakukan pihak kepolisian ketika saat menghadapi unjuk rasa. Dengan suatu kondisi unjuk rasa yang sering menghadapi ketegangan emosi dan kemarahan yang pada akhirnya akan terjadi pada kekerasan. Maka, untuk menghadapi situasi seperti ini, membutuhkan aparat hukum untuk mengatasi situasi yang seperti in dan mencegah terjadinya kerusuhan. Ini merupakan perana dari pihak kepolisian yang mampu untuk mengendalikan situasi dan menemukan cara pencegahan terjadinya kerusuhan. Tetapi cara-cara yang titempuh tidak boleh dengan cara-cara kekerasan karena itu melawan hukum. Namun jika cara kekerasan memangharus terjadi karena situasi dan kondisi yang sangat memprihatinkan dan sulit untuk menemukan cara yang baik-baik, dengan cara kekerasan baru dibenarkan didalam hukum.













BAB 3
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
   Kecerdasan emosional merupakan suatu keadaan dimana seorang bisa mengendalikan dan mengontrol emosi yang ada didalam diri, baik emosi yang berupa marah, sedih, bahagia, tertawa, menangis, dan lain sebagainya. Kecerdasan emosional mengajarkan manusia agar bisa menyeimbangkan dan mengendalihan diri, perasaan, dan emosi seseorang terhadap orang lain saat sedang berinteraksi. Manusia yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi biasanya dia memiliki rasa empati dan rasa kepedulian yang sangat tinggi. Orang yang memiliki kecerdasan emosional, biasanya mereka akan peka terhadap perasaan orang lain, dan berusaha untuk bersikap menghargai dan menghormati perasaan orang lain, menjaga tutur bahasa dan sikapnya kepada orang lain karena mereka memiliki perasaan akan bisa melukai perasaan orang lain.
Kecerdasan emosional memiliki peran andil yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan. Kecerdasan intelektual tidak menjamin dalam kesuksesan, kecerdasan intelektual hanya mengantarkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak berdasarkan nilai akademik yang terbaik. Untuk mengantarkan kepada kesuksesaan yang sesungguhnya adalah kecerdasan emosional. Karena walaupun kecerdasan intelektualnya rendah namun dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan menghantarkan seseorang kepada kesuksesan. Dengan demikian, kecerdasan emosional memberikan peranan yang sangat penting dalam kesuksesan. Karena kecerdasan emosional dapat mengontrol dan mengendalikan emosi dalam menghadapi orang lain. Sehingga hal tersebut sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Maka tidak ada salahnya jika seseorang dengan kecerdasan emosional yang sering mencapai kesuksesan terlebih dahulu dibandingkan dengan kecerdasan intelektual.
Kecerdasan emosional sangat dibutuhkan didalam bidang hukum ketika terjadi kerusukan dalam untuk rasa, pihak kepolisian harus berusaha untuk mencari cara apapun untuk menyelesaikan unjuk rasa tanpa harus melalui cara kekerasan, namun jika tidak ada cara lain selain dengan cara kekerasan untuk mengakhiri unjuk rasa. Maka dengan cara kekerasan dapat diperbolehkan selagi masih dalam tarap wajar. Dan tidak bertentangan dengan aturan yang telah ditetapkan sebekumnya.
           





3.2 Kritik dan Saran
            Menurut pandangan dari penulis, penulis memberikan tanggapan bahwa sebenarnya jika kecerdasan emosional yang paling dominan mengantarkan kepada kesuksesan. Maka, penulis sependapat dengan hal itu, jika dilihat dari tanda-tanda keberadaan kecerdasan emosional yang sangat mementingkan perasaan orang lain. Sebagai seorang pemimpin, yang paling penting bukanlah pengetahuan yang luas yang menjadi patokan seorang pemimpin akan bersikap baik kepada karyawan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan jika yang lebih baik menjadi seorang pemimpin adalah mereka yang memiliki rasa simpati dan rasa empati terhadap segala sesuatu yang dapat membuatnya tergerak hati untuk melakukan sikap tindak dalam menciptakan suatu keadaan dimana akan tercipta keadaan yang harmonis diantara atasan dan karyawan.
Tetapi, memang tidak menutup kemungkinan juga orang yang memiliki kecerdasan intelektual dapat menjadi pemimpin yang baik. Mungkin pada dasarnya, mereka memiliki perasaan tersebut. Sehingga mereka memiliki kedua-dua kecerdasan tersebut. Jadi kita tidak boleh mengatakan kecerdasan intelektual lebih rendah dibandingkan dengan kecerdasan emosional. Karena melihat pada umumnya seperti itu kenyataanya. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi. walau memang, pada umumya kecerdasan emosional sangat mendominasi terciptanya kesuksesan. Sebagai seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan pikiran untuk berpikir. Maka berpikirlah sebelum mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakitkan perasaan orang lain.

3.3 Daftar Pustaka

 

Otak, Gelombang. ciri kecerdasan emosional %20 (EQ). Dipetik Febuari Kamis, 2017, dari  www.gelombangotak.com: http://www.gelombangotak.com/Ciri-Kecerdasan-Emosional%20(EQ).htm.
Pasiak, Taufiq. (2008). REVOLUSI IQ/EQ/SQ Menyingkap Rahasia Kecerdasan Berdasarkan AL-Quran dan Neurosains Mutakhir. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Susanti, Dwi. (2007). HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PROFESIONALISME PADA POLISI FUNGSI SAMAPTA KEPOLISIAN WILAYAH KOTA BESAR SEMARANG. hal.38-40.




[1] Taufiq Pasiak, REVOLISI IQ/EQ/SQ Menyingkap Rahasia Kecerdasan Berdasarkan AL-Quran da Neurosains Muktakhir, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2008), hal. 26
[2]Ibid, hal. 24.            
[3] Gelombang Otak, Ciri Kecerdasan Emosional (EQ), http://www.gelombangotak.com/Ciri-Kecerdasan-Emosional%20(EQ).htm. ,pada tanggal 09 febuari 2017, pukul 17:48.





                                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar