Minggu, 09 Juli 2017

Esay Mengelola Keuangan Sejak Dini



Mengelola Keuangan Sejak Dini
Nama : Ratih Risdiana
NIM   : 02011181621113
 
Orangtua yang cerdas, dapat memberikan pendidikan mengenai penggunaan uang sejak usia dini pada anak. Sehingga orangtua tidak membuat kesalahan dengan mencetak bibit-bibit koruptor baru. Membuat Negara Indonesia merugi sebesar Rp203,9 Triliun”

Keluarga tempat dimana dasar dan lingkungan alamiah membentuk pertumbuhan dan kesejahteraan semua anggota, terutama pada anak. Keluarga harus memberikan perlindungan dan bantuan sedemikian rupa agar anak merasa nyaman untuk membentuk perkembangan dan kepribadian.  Anak harus tumbuh dan berkembang dengan lingkungan keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan, cinta dan pengertian yang seutuhnya dari orangtua.
Orangtua memberikan perlindungan dan bantuan kepada anak agar tidak salah dalam mengambil langkah untuk masa depan. Kesalahan yang sering dilakukan orangtua dalam mendidik anak adalah tidak memberi pendidikan tentang keuangan pada anak sejak dini. Sehingga meningkatkan peluang anak tumbuh dewasa minim pengetahuan pengelolaan keuangan dengan benar. Disini peran orangtua dalam mencetak bibit-bibit koruptor saat anak tumbuh dewasa tanpa pengetahuan mengelolaan keuangan dengan benar.
Anak bisa belajar tentang uang dari berbagai sumber, seperti media cetak dan  elektronik, teman-teman, lingkungan sekitar dan sebagainya. Jika yang dipelajari anak benar dari sumber tersebut bagaimana cara mengelola uang, maka akan berdampak baik untuk masa depan anak. Dan jika sebaliknya, anak salah dalam memahami cara mengelola uang, maka akan berdampak buruk bagi pemikiran anak mengenai uang saat dewasa.
Pemikiran anak yang salah mengenai uang, akan membuat anak menggunakan uang dengan boros dan tidak terkendali.  Jika anak terus-menerus  menggunakan uang dengan boros akan memicu pola pikir anak untuk mendapatkan uang yang lebih, lebih dan lebih banyak lagi. Sehingga anak berpikir bagai mana cara membeli semua barang yang diinginkan. Hal ini membuat anak cenderung akan melakukan korupsi jika telah dewasa dan memiliki pekerjaan, sedangkan  jika masih dalam tanggungan keluarga akan berusaha  mencuri harta kekayaan keluarga sendiri.
Disinilah peranan orangtua dalam melindungi anak mulai berperan. Sebagai orangtua harus memberikan pemahaman mengenai penggunaan uang pada anak, untuk melindungi anak agar tidak terlibat tindak korupsi. Jika orangtua dan anak menjalin komunikasi yang harmonis maka anak akan bertanya pada orangtua, jika sedang kebingungan menggunakan uang. Namun jika orangtua dan anak gagal dalam menjalin komunikasi. Anak merasa bingung harus bertannya pada siapa, jika sedang kesulitan menggunakan uang.
Kegagalan menjalin komunikasi akan membuat anak tidak menghargai uang, suka menghambur-hamburkan uang untuk tujuan bersenang-senang dan hidup konsumtif. Perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan hingga dewasa. Saat uang mulai menipis akan meningkatkan peluang selalu kesulitan dalam keuangan. Anak akan berpikir bagaimana cara kembali keperilakunya yang dulu, hidup dalam kemewahan. Sehingga membuat anak melakukan tindak korupsi hanya untuk memenuhi kebutuhan yang salah. Hal ini terjadi karena tidak ada yang memberi pemahaman mengenai fungsi uang pada anak.
Melalui diskusi orangtua dapat memberikan pendidikan keuangan pada anak. Memperkenalkan arti uang pada anak, selain sebagai alat untuk menukar barang atau urusan jual-beli. Orangtua diharapkan memberikan makna lebih beratri dari nilai uang,  misalnya sebagai alat untuk bersedekah dan membantu sesama akan mendapatkan pahala. Orangtua yang bijak akan menjelaskan pada anaknya, darimana dan bagaimana cara mendapatkan uang. Sehingga anak tidak hanya tahu dapat uang dari orangtua, namun tahu bagaimana orangtua mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini diharapkan anak lebih menghargai jerih payah orangtuanya dengan cara menghemat penggunaan uang yang diberikan.
Saat anak menginginkan sesuatu, orangtua harus memberikan pemahaman  pada anak barang mana yang lebih dibutuhkan diantara semua barang yang diinginkan. Sehingga mengajarkan anak, untuk membeli barang yang diperlukan saja. Selain itu, orangtua harus memberitahu pada anak apa manfaat dari barang yang dibeli. Agar anak mengetahui fungsi dan peran dari barang yang dibeli sehingga tidak salah penggunaan. Orangtua juga harus mengajarkan pada anak untuk membeli barang yang tidak terlalu mahal, agar anak bisa mengatur pengeluaran dengan belajar hemat.
Dalam hal ini, Orangtua dapat mengajarkan pada anak neraca keuangan, untuk mengasah ketajaman anak dalam membedakan nilai barang, pengeluaran uang dan kegunaan dari uang. Sebagai apresiasi orangtua kepada anak yang telah berhasil mengelola keuangan, bisa memberikan sedikit pujian dan hadiah kecil pada anak. Jika anak telah berhasil menerapkan hidup hemat dan menghargai uang, sebagai motivasi anak untuk terus hidup hemat dan mengelola keuangan dengan lebih baik lagi.
Peran orangtua memberikan pengetahuan mengelola uang yang benar akan membuat anak tumbuh menjadi dewasa dan berpeluang bebas dari sifat korup. Anak akan membentuk karakter positif, karena anak memiliki sikap tanggung jawab pada keuangan. Selanjutnya anak akan semakin berpengetahuan dan ahli dalam merespon informasi keuangan sehingga dapat menentukan keputusan keuangan yang benar. Hal ini tidak terlepas dari peran orangtua terhadap mendidik anak dalam mengelola keuangan. Namun hubungan antara orangtua dan anak harus terjalin harmonis, sehingga anak merasakan perhatian yang penuh dari orangtua dan tidak merasa canggung untuk menanyakan suatu masalah. Sehingga orangtua tidak akan menciptakan bibit-bibit koruptor baru, melainkan akan menciptakan generasi emas bagi bangsa dan negara.(arts)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar